BANDA ACEH – Dalam upaya terus meningkatkan kualitas pendidikan dan profesionalisme tenaga pendidik, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 9 Banda Aceh menggelar workshop bertajuk "Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Pembelajaran Mendalam (PM)". Kegiatan ini dilaksanakan di ruang guru madrasah setempat pada Senin (12/1/2026), mulai pukul 14.00 hingga 16.00 WIB.
Acara ini menghadirkan narasumber ahli, Dr. Juanda, S.E., M.M yang merupakan Pengawas Pembina Kementerian Agama Kota Banda Aceh. Workshop ini diikuti oleh seluruh dewan guru dan staf pengajar MIN 9 dengan antusiasme tinggi.
Kepala MIN 9 Banda Aceh, Hj. Syukriani, S.Pd.I., M.Pd, dalam sambutannya menegaskan dukungan penuh terhadap kegiatan pengembangan kompetensi ini. Ia memotivasi para guru untuk tidak pernah merasa puas dengan ilmu yang dimiliki dan terus meng-upgrade potensi diri guna menyikapi dinamika kurikulum yang bergerak cepat.
"Kami dari pihak madrasah sangat mendukung penuh kegiatan seperti ini. Guru harus adaptif menerima perubahan. Di era sekarang, kita tidak boleh alergi terhadap perkembangan kurikulum. Justru, kita harus menyikapinya dengan meningkatkan kapasitas diri agar pelayanan kepada peserta didik semakin maksimal," ungkap Hj. Syukriani.
Sementara itu, dalam paparan materinya, Dr. Juanda menekankan pentingnya menanam nilai cinta dalam mendidik. Ia menjelaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) adalah pendekatan humanis di mana guru menempatkan kasih sayang sebagai pondasi utama. Beliau menjelaskan pola 5-5-5 dalam KBC (5 tujuan, 5 cinta, 5 lingkungan belajar).
"Melalui pola 5-5-5 dalam KBC, pendidikan yang menyentuh hati akan bertahan selamanya dalam ingatan siswa. Guru profesional tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga membangun ikatan emosional yang positif," ujar Dr. Juanda.
Selain itu, terkait Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), Dr. Juanda mengajak para guru untuk menerapkan strategi agar siswa mampu berpikir kritis dan memahami konsep secara utuh, bukan sekadar hafalan. "Tantangan tahun 2026 bukan lagi tentang seberapa banyak informasi yang diketahui siswa, tetapi bagaimana mereka mengolah informasi tersebut secara mendalam," tambahnya.
Kegiatan yang berlangsung selama dua jam ini berjalan interaktif. Sinergi antara motivasi dari Kepala Madrasah dan materi inti dari Pengawas Pembina diharapkan mampu membawa angin segar bagi perkembangan iklim pembelajaran di MIN 9 Banda Aceh.
Acara ditutup pada pukul 16.00 WIB dengan komitmen bersama para guru untuk mulai mengimplementasikan pendekatan kasih sayang dan pembelajaran mendalam di kelas masing-masing.
Narasi: Zulfahmi
Editor: Luthfi

