Banda Aceh — MIN 9 Kota Banda Aceh memperingati peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah dengan penuh khidmat dan makna. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh warga madrasah ini berlangsung di lingkungan MIN 9 Kota Banda Aceh dan bertujuan untuk menanamkan serta memperkuat nilai-nilai spiritual lahir dan batin bagi peserta didik.
Peringatan Isra’ Mi’raj diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menambah suasana religius dan menenangkan hati seluruh peserta. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala MIN 9 Kota Banda Aceh, Hj. Syukriani, S.Pd.I., M.Pd, yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Ketua PHBI, Zulfahmi, M.Ed., Ph.D.
Dalam sambutannya, Zulfahmi, M.Ed., Ph.D menyampaikan bahwa penghayatan makna Isra’ Mi’raj merupakan momentum penting bagi seluruh warga madrasah, khususnya peserta didik, untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT (hablumminallah), mempererat hubungan dengan sesama manusia (hablumminannas), serta menumbuhkan kepedulian terhadap alam sekitar. Dengan penghayatan tersebut, diharapkan peserta didik MIN 9 Kota Banda Aceh tumbuh menjadi pribadi yang kuat iman dan berakhlak mulia kepada siapa saja.
Puncak acara diisi dengan tausiyah oleh penceramah Tgk. Muhammad Hanafiah dari Dayah Ulee Titi. Dalam ceramahnya, beliau menekankan bahwa peristiwa Isra’ Mi’raj memiliki pesan utama tentang kewajiban menjaga shalat lima waktu sebagai tiang agama dan fondasi utama pembentukan akhlak. Menurutnya, shalat tidak hanya bermakna sebagai ibadah ritual semata, tetapi juga menjadi manifestasi akhlak secara vertikal dan horizontal.
Secara vertikal, menjaga shalat lima waktu merupakan wujud ketaatan dan kedekatan seorang hamba kepada Allah SWT. Sementara secara horizontal, shalat yang dijaga dengan baik akan tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari, seperti kejujuran, kedisiplinan, kepedulian terhadap sesama, serta tanggung jawab dalam menjaga lingkungan. Tgk. Muhammad Hanafiah juga mengajak seluruh peserta didik untuk membiasakan shalat tepat waktu sejak dini, karena shalat yang baik akan melahirkan pribadi yang berakhlak mulia dan bermanfaat bagi orang lain.
Setelah penyampaian ceramah, kegiatan dilanjutkan dengan santunan anak yatim yang bersumber dari kepedulian dan kebersamaan para guru MIN 9 Kota Banda Aceh. Santunan ini menjadi wujud nyata pengamalan nilai-nilai spiritual dan akhlak sosial yang diajarkan dalam peringatan Isra’ Mi’raj, sekaligus menumbuhkan rasa empati, kasih sayang, dan solidaritas di lingkungan madrasah.
Kegiatan peringatan Isra’ Mi’raj tahun ini mengangkat tema “Melalui Isra’ Mi’raj Kita Tingkatkan Nilai Spiritual dalam Melestarikan Alam untuk Kehidupan yang Lebih Baik.” Tema ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran peserta didik akan pentingnya nilai keimanan yang diwujudkan dalam perilaku nyata, termasuk kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari amanah Allah SWT.
Melalui kegiatan ini, MIN 9 Kota Banda Aceh berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan keagamaan yang bermakna sebagai bagian dari pembinaan karakter peserta didik dan ekoteologi madrasah sehingga nilai-nilai spiritual yang ditanamkan dapat tercermin dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan madrasah maupun di masyarakat.
Narasi: Zulfahmi
Layout: Luthfi

