Buka Daurah Ramadhan (DaRa) II MIN 9 Kota Banda Aceh, Ka. Kankemenag Berpesan: "Mampu Baca Al-Quran Ilmu Dasar Menolong Agama Allah."

Buka Daurah Ramadhan (DaRa) II MIN 9 Kota Banda Aceh, Ka. Kankemenag berpesan: "Mampu baca Al-Quran ilmu dasar menolong Agama Allah."

Buka Daurah Ramadhan (DaRa) II MIN 9 Kota Banda Aceh, Ka. Kankemenag berpesan: "Mampu baca Al-Quran ilmu dasar menolong Agama Allah."

Kegiatan DaRa II (Daurah Ramadhan) MIN 9 Kota Banda Aceh resmi dimulai Kamis, 19 Februari 2026/ 1 Ramadhan 1447 H secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banda Aceh H. Salman, S.Pd., M.Ag. Kegiatan daurah ini merupakan kali kedua pelaksanaannya, dimana tahun lalu pertama kali dimulai program Daurah Ramadhan ini.

Antusiasme peserta didik dalam mengikuti program ini sangat tinggi. Tidak hanya alumni DaRa I yang mendaftar tapi banyak siswa-siswi lain juga memenuhi kuota pendaftaran. Peserta yang mengikuti daurah tahun ini berjumlah 42 orang yang terdiri dari kelas I sampai kelas VI. Tema yang diusung tahun ini "Merajut Benang Hafalan, Mengikat Hati dengan Quran dan Menenun Akhlak Mulia." Semoga melahirkan generasi-generasi pecinta Al-Qur'an. Sebut Ibu Marlina, S.Pd Ketua Panitia Daurah.

Dalam sambutannya Kepala MIN 9 Kota Banda Aceh Hj. Syukriani, S.Pd.I., M.Pd menyampaikan bahwa DaRa terbuka untuk umum, tidak hanya siswa MIN 9 Kota Banda Aceh. Siswa dari sekolah lain boleh mendaftar pada DaRa II ini. "Anak-anak harus semangat mengikuti Daurah ini, sehingga setelah 20 hari nantinya dapat melahirkan penghafal Al-Qur'an sesuai target masing-masing." tutur Syukriani.

Pengawas Pembina, Dr. Juanda, S.E., MM juga memberikan dukungan moril kepada para peserta. "Anak-anak tetap semangat, terus termotivasi belajar dan menghafal Al-Qur'an, karena proses untuk menjalani hafalan tidak semua orang mampu, makanya peserta yang ikut ini merupakan orang-orang terpilih bersama Al-Qur'an. Ujar Dr. Juanda dalam sambutannya.

Sebelum membuka kegiatan DaRa II, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banda Aceh memberikan arahan dan motivasi kepada semua peserta daurah. "Sebaik-baik kamu yang belajar al-Quran dan mengajarkannya. Walaupun kegiatan ini berlangsung selama 20 hari, ini merupakan perjuangan bagi anak-anak untuk menjalani proses belajar hafalan, tahsin maupun muraja'ah hafalan sebelumnya." Jelasnya. 

Lebih lanjut beliau mengingatkan murid dan wali murid yang hadir dalam acara tersebut, "Belajar Al-Quran itu harus benar-benar diperhatikan makharijul huruf, jangan sampai disuruh menjadi imam, sementara bacaan al-Fatihah-nya masih banyak salah. Makanya dengan belajar semua pasti bisa, walaupun dialek yang berbeda, dengan belajar dari sejak kecil pasti bisa membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar."

Sebelum mengakhiri arahannya, H. Salman mengingatkan bahwa kemampuan bacaan Al-Quran seseorang merupakan ilmu dasar baginya untuk menolong Agama Allah, mudah-mudahan dari program daurah ini dapat melahirkan pribadi yang cinta dan selalu bersama Al-Qur'an untuk selalu berjuang menolong agama Allah Swt. Amin.