MIN 9 Kota Banda Aceh Gelar Parenting Inspiratif Dan Haflah Takhrij, Perkuat Sinergi Orang Tua Dalam Mendidik Generasi Alpha

MIN 9 Kota Banda Aceh Gelar Parenting Inspiratif dan Haflah Takhrij, Perkuat Sinergi Orang Tua dalam Mendidik Generasi Alpha

MIN 9 Kota Banda Aceh Gelar Parenting Inspiratif dan Haflah Takhrij, Perkuat Sinergi Orang Tua dalam Mendidik Generasi Alpha

Banda Aceh — MIN 9 Kota Banda Aceh menggelar kegiatan Parenting bagi orang tua/wali murid kelas VI dan kelas III pada Sabtu, 16 Mei 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Pertemuan (Convention Hall) Perpustakaan Wilayah Provinsi Aceh dengan menghadirkan narasumber psikolog profesional, M. Haikal, S.Psi., M.Psi., Psikolog.

Dalam pemaparannya, Haikal menjelaskan berbagai tantangan orang tua dalam mendidik Generasi Alpha di era serba instan, mulai dari pesatnya perkembangan teknologi, lunturnya adab, kecanduan gawai, hingga beragam persoalan kehidupan modern yang sulit dibendung. Ia juga menawarkan berbagai solusi efektif terkait pola asuh yang relevan di tengah tantangan penggunaan gadget dan media sosial.

Selama hampir dua jam, suasana kegiatan berlangsung penuh perhatian dan emosional. Melalui dialog reflektif, Haikal mengajak para orang tua untuk kembali membangun kedekatan dengan anak-anak mereka.

“Bayangkan kapan terakhir kali kita menatap wajah anak kita? Kapan terakhir kita memeluknya dengan pelukan penuh cinta dan kasih sayang? Investasi kita untuk anak hanya berlangsung sekali saja dalam hidup ini tanpa ada waktu untuk mengulang kembali. Mari kita perbaiki pola asuh yang menguatkan mental anak,” ujar Haikal yang juga CEO Scandic Child Development Center.

Kepala MIN 9 Kota Banda Aceh, Hj. Syukriani, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan parenting tersebut menjadi bagian penting dalam harmonisasi peran orang tua dan lembaga pendidikan untuk membina generasi Qurani yang tumbuh dengan cinta dan kasih sayang.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan Haflah Takhrij Kelas VI dan Tasyakur Kelas III Tahun 2026 sengaja dirangkaikan dengan parenting guna memperkuat mental para alumni serta meningkatkan dukungan orang tua dalam melanjutkan pendidikan anak ke jenjang berikutnya. Sementara bagi wali murid kelas III, momentum tersebut diharapkan menjadi motivasi untuk terus memaksimalkan pengasuhan dan pendampingan anak selama menempuh pendidikan di madrasah.

Syukriani juga mengungkapkan bahwa penyelenggaraan kegiatan tersebut bukanlah hal mudah di tengah efisiensi anggaran, pengawasan berbagai pihak, serta tantangan ekonomi masyarakat. Namun, berkat kerja sama dan dukungan berbagai pihak, seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik tanpa membebankan biaya kepada wali murid.

“Walaupun berbagai rintangan kami hadapi, terutama dari sisi finansial, acara ini dapat berlangsung bukan karena uang semata. Atas bantuan dan kerja sama semua pihak, terutama para rekanan, kegiatan Parenting, Haflah Takhrij Kelas VI, serta Tasyakur Kelas III Madrasah Diniyah Nurul Ummi dapat terlaksana dengan baik tanpa pungutan biaya sepeser pun,” ungkapnya.

Setelah sesi parenting, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi Haflah Takhrij Kelas VI dan Tasyakur Kelas III. Acara diawali dengan pemberian penghargaan kepada enam siswa dengan capaian hafalan terbaik. Antaranya Danish Alfayyadh yang berhasil menyelesaikan hafalan sebanyak enam juz, Hafidzatul Husna dengan jumlah hafalan 5 Juz, Faiza Azizah jumlah hafalan 3 juz, Nisa Thaharah dan Raisya Athifa berhasil mencapai 2 juz, dan Aydiana Aufa berhasil mencapai 1,5 juz.

Selanjutnya, seluruh siswa mengikuti prosesi peusijuek yang ditepung tawari oleh Hj. Rosnidar, S.Ag. yang juga pengawas Madrasah Diniyah Nurul Ummi MIN 9 Kota Banda Aceh. Turut didampini oleh Ka. Kankemenag, Kepala Madrasah, dan komite sekolah.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan arahan dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banda Aceh, Dr. H. Salman, S.Pd., M.Ag.. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pendidikan karakter dan ibadah dalam membentuk murid unggul.

“Seberapa sukses seseorang, menjadi profesor, ahli matematika, ahli digital, dan sebagainya, tetapi jika tidak melaksanakan shalat maka belum dapat dikatakan unggul. Keunggulan yang paling sempurna bagi setiap anak didik adalah tetap belajar dan mendirikan shalat dengan benar,” pesannya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kasi Pontren Kementerian Agama Kota Banda Aceh H. Sayed Khuwailid, S.Ag., M.A., Pengawas Pembina MIN 9 Kota Banda Aceh Dr. Juanda, S.E., M.M., Komite Madrasah yang diwakili oleh Muhammad Isa, perwakilan PT Erlangga, perwakilan Masmedia, perwakilan Bank Syariah Indonesia, seluruh dewan guru dan staf, serta para ustaz dan ustazah pengajar Madrasah Diniyah Nurul Ummi.

Kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh siswa berprestasi Danish Alfayyadh dengan penuh khusyuk dan haru. Seluruh rangkaian acara berlangsung selama setengah hari dalam suasana hangat dan penuh makna.

Diharapkan, kegiatan ini menjadi langkah penting bagi MIN 9 Kota Banda Aceh dalam memartabatkan madrasah inklusif dan madrasah diniyah demi melahirkan generasi bangsa yang beradab, berilmu, dan berakhlak mulia.

Narasi: Zulfahmi
Layout: Luthfi