Banda Aceh — Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 9 Kota Banda Aceh mendapatkan sosialisasi Penguatan Kapasitas Hak Asasi Manusia (HAM) Sejak Dini yang diselenggarakan oleh Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Senin, 21/9/2026). Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas VI MIN 9 Kota Banda Aceh sebagai bagian dari upaya menanamkan pemahaman tentang hak, kewajiban, serta sikap saling menghormati sejak usia sekolah.
Kegiatan mengangkat pesan “Kenali Hakmu, Hormati Hak Orang Lain, Jadilah Pelajar Peduli HAM”. Materi disampaikan secara edukatif dan sesuai dengan karakteristik peserta didik sehingga siswa dapat memahami HAM melalui berbagai contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan madrasah, keluarga maupun masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, pemateri dari Kementerian Hak Asasi Manusia RI, Khairunnisa, memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya mengenali dan menghargai hak setiap orang. Siswa juga diperkenalkan dengan prinsip 5P, yaitu Penghormatan, Perlindungan, Pemenuhan, Penegakan, dan Pemajuan HAM.
Melalui sosialisasi ini, siswa diajak memahami bahwa setiap anak memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan, perlindungan, rasa aman, kasih sayang, serta kesempatan untuk berkembang. Pada saat yang sama, siswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menghormati hak teman, tidak melakukan perundungan, menjaga sikap saling menghargai, serta membangun lingkungan madrasah yang aman dan ramah bagi semua.
Kepala MIN 9 Kota Banda Aceh, Hj. Syukriani, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pendidikan HAM perlu dikenalkan sejak dini agar siswa tidak hanya memiliki kecerdasan akademik, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang menghargai sesama.
“Anak-anak perlu memahami bahwa setiap orang memiliki hak yang harus dihormati. Karena itu, melalui kegiatan ini kita berharap siswa MIN 9 dapat belajar menghargai perbedaan, menyayangi teman, tidak melakukan perundungan, serta mampu menjadi pelajar yang peduli terhadap hak orang lain,” ujarnya.
Ia juga berharap pemahaman tentang HAM dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di madrasah. Menurutnya, nilai-nilai penghormatan terhadap sesama sejalan dengan pembentukan karakter peserta didik yang berakhlak mulia.
Kegiatan berlangsung dengan suasana interaktif. Para siswa mengikuti penyampaian materi dengan antusias dan mendapatkan kesempatan untuk memahami berbagai contoh sederhana tentang penerapan HAM dalam kehidupan pelajar.
Turut mendampingi siswa dalam kegiatan tersebut, Zulfahmi, Reni Nurmalisa, Novayanti, Nurul Hidayati, Ridha Ul Fahmi, dan Misran. Kehadiran para guru pendamping diharapkan dapat membantu siswa memahami sekaligus menerapkan nilai-nilai HAM dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan madrasah.
Melalui sosialisasi Penguatan Kapasitas HAM Sejak Dini ini, MIN 9 Kota Banda Aceh terus berkomitmen membangun lingkungan pendidikan yang aman, ramah, inklusif, dan menghargai hak setiap peserta didik, sehingga lahir generasi muda yang cerdas, berkarakter, peduli, dan menghormati hak asasi manusia.

