Kontingen Kemenag Aceh Tenggara Temu Ramah Dengan MIN 9 Kota Banda Aceh, Pelajari Tata Kelola Administrasi Dan Madrasah Inklusif

Kontingen Kemenag Aceh Tenggara Temu Ramah dengan MIN 9 Kota Banda Aceh, Pelajari Tata Kelola Administrasi dan Madrasah Inklusif

Kontingen Kemenag Aceh Tenggara Temu Ramah dengan MIN 9 Kota Banda Aceh, Pelajari Tata Kelola Administrasi dan Madrasah Inklusif

Banda Aceh, 16/10/2026 – Kontingen APRESIASI Madrasah (Ajang Prestasi, Robotik, Sains, Seni dan Olahraga) Tahun 2026 dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tenggara melaksanakan temu ramah dengan keluarga besar MIN 9 Kota Banda Aceh dalam rangka silaturahmi, berbagi pengalaman, serta mempelajari praktik baik tata kelola administrasi dan penyelenggaraan program madrasah inklusif.

Kegiatan ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi kontingen Kemenag Kabupaten Aceh Tenggara untuk melihat secara langsung pengelolaan administrasi serta pelaksanaan program pendidikan inklusif yang telah berjalan di MIN 9 Kota Banda Aceh.

Kepala MIN 9 Kota Banda Aceh, Hj. Syukriani, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kesempatan menerima pemondokan kontingen Apresiasi Madrasah dari Kemenag Kabupaten Aceh Tenggara. Ia menyambut baik kehadiran rombongan yang telah menjadikan MIN 9 Kota Banda Aceh sebagai pemondokan bahkan tempat untuk belajar, berdiskusi, dan berbagi pengalaman.

Hj. Syukriani juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama menerima dan melayani kontingen terdapat kekurangan. Ia berharap kunjungan silaturrahim tersebut dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, khususnya dalam meningkatkan kualitas pengelolaan administrasi dan pengembangan program madrasah inklusif.

Dalam kesempatan itu, Kepala Madrasah turut berbagi pengalaman mengenai tata kelola administrasi yang tertata serta pelaksanaan program pendidikan inklusif sebagai bagian dari komitmen MIN 9 Kota Banda Aceh dalam mewujudkan layanan pendidikan yang ramah, adil, dan mengakomodasi kebutuhan seluruh peserta didik.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tenggara, Nasruddin, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kepala MIN 9 Kota Banda Aceh beserta seluruh keluarga besar madrasah atas penerimaan dan pelayanan yang diberikan kepada kontingen selama hampir satu minggu.

Dalam sambutannya, Nasruddin juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama kegiatan APRESIASI Madrasah ini rombongannya terkesan “mengacak-acak” madrasah. Ia menegaskan bahwa hal tersebut dilakukan semata-mata untuk tujuan edukatif, yakni mempelajari secara langsung praktik pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan yang diterapkan di MIN 9 Kota Banda Aceh.

“Saya sangat berharap bisa belajar banyak dari MIN 9, terutama terkait tata kelola administrasi yang saya lihat luar biasa pengaturannya. Kemudian juga madrasah inklusif, yang memang menjadi pelopor sejak awal adanya program ini,” ungkap Nasruddin.

Ia berharap pengalaman dan praktik baik yang diperoleh selama tinggal disini dapat menjadi inspirasi bagi Kemenag Kabupaten Aceh Tenggara dalam meningkatkan kualitas tata kelola administrasi serta mengembangkan layanan pendidikan inklusif di madrasah-madrasah wilayahnya.

Diskusi Madrasah Inklusif dan Berbagi Praktik Baik

Sebelum penyerahan cenderamata, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi bersama Kepala MIN 9 Kota Banda Aceh, Hj. Syukriani, mengenai penyelenggaraan madrasah inklusif. Diskusi mencakup tata kelola administrasi, layanan bagi peserta didik berkebutuhan khusus, serta pengalaman dan praktik baik yang telah diterapkan MIN 9 dalam mengembangkan lingkungan pendidikan yang inklusif.

Dalam diskusi tersebut, Kepala Madrasah lingkungan Kemenag Kab. Aceh Tenggara juga meminta agar berbagai dokumen pendukung, perangkat administrasi, serta pengalaman pelaksanaan program madrasah inklusif dapat dibagikan kepada pihak mereka. Hal ini diharapkan menjadi bahan pembelajaran dan referensi untuk mendukung perkembangan madrasah di Aceh Tenggara, khususnya dalam mengembangkan layanan pendidikan inklusif yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Diskusi berlangsung dalam suasana terbuka dan penuh semangat kolaborasi. Kedua pihak saling bertukar informasi dan pandangan mengenai pentingnya tata kelola yang baik, perencanaan program yang terarah, serta komitmen seluruh warga madrasah dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan ramah bagi semua.

Melalui pertukaran informasi dan pengalaman tersebut, diharapkan praktik baik yang telah berjalan di MIN 9 Kota Banda Aceh dapat menjadi inspirasi bagi madrasah-madrasah di Kabupaten Aceh Tenggara. Kerja sama dan komunikasi antarlembaga ini juga diharapkan terus berlanjut sehingga memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan madrasah.

Kegiatan temu ramah diakhiri dengan penyerahan cenderamata dari Kemenag Kabupaten Aceh Tenggara kepada MIN 9 Kota Banda Aceh sebagai simbol persahabatan, penghargaan, dan apresiasi atas sambutan serta kesempatan belajar yang diberikan. Acara kemudian ditutup dengan foto bersama seluruh peserta sebagai dokumentasi sekaligus kenang-kenangan atas terjalinnya silaturahmi kedua lembaga.

Melalui APRESIASI Madrasah Tahun ini, diharapkan hubungan antara Kemenag Kabupaten Aceh Tenggara dan MIN 9 Kota Banda Aceh semakin erat. Lebih dari sekadar kunjungan, kegiatan ini menjadi wujud nyata semangat berbagi, belajar, dan berkolaborasi dalam mewujudkan madrasah yang tertib administrasi, inovatif, serta inklusif demi memberikan layanan pendidikan terbaik bagi seluruh peserta didik.