Banda Aceh – MIN 9 Kota Banda Aceh menggelar musyawarah bersama Komite Madrasah dalam rangka membahas berbagai program strategis pengembangan madrasah dan pemenuhan kebutuhan sarana prasarana untuk Tahun Pelajaran 2026/2027. Kegiatan yang berlangsung (Rabu, 22/72026) di ruang kepala madrasah ini dipandu langsung oleh Wakil Koordinator Humas, Saiful Amri, serta dihadiri oleh jajaran pimpinan madrasah, panitia PMBM, pengurus komite, dan Keuchik Lambhuk.
Rapat diawali dengan penyampaian laporan oleh Kepala MIN 9 Kota Banda Aceh, Hj. Syukriani, mengenai perkembangan jumlah peserta didik yang terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Dalam laporannya, beliau juga menjelaskan kondisi mobiler yang sebagian besar telah mengalami kerusakan berat sehingga membutuhkan perhatian serius. "Alhamdulillah, kepercayaan masyarakat terhadap MIN 9 Kota Banda Aceh terus meningkat. Hal ini terlihat dari bertambahnya jumlah peserta didik setiap tahun. Namun, peningkatan tersebut juga harus diimbangi dengan penyediaan sarana pembelajaran yang memadai. Saat ini banyak meja dan kursi siswa yang sudah rusak berat sehingga perlu segera dilakukan pengadaan demi kenyamanan dan keselamatan peserta didik," ujar Hj. Syukriani.
Selanjutnya, Ketua Panitia Penerimaan Murid Baru Madrasah (PMBM), Zulfahmi, memaparkan proposal usulan pengadaan mobiler kepada Komite Madrasah. Dalam paparannya disampaikan bahwa madrasah mengajukan dukungan anggaran untuk memenuhi kebutuhan mobiler bagi tiga rombongan belajar pada Tahun Pelajaran 2026/2027.
Menurut Zulfahmi, usulan tersebut telah disusun berdasarkan hasil pendataan kondisi sarana di setiap ruang kelas. "Kami berharap Komite dapat memberikan dukungan terhadap usulan ini karena kebutuhan mobiler sudah sangat mendesak. Pengadaan untuk tiga rombongan belajar merupakan prioritas agar seluruh peserta didik dapat belajar dengan nyaman serta mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan di MIN 9 Kota Banda Aceh," jelasnya.
Menanggapi pemaparan tersebut, Ketua Komite MIN 9 Kota Banda Aceh, Taufik M. Dehan, menyampaikan apresiasi terhadap berbagai program yang telah dijalankan madrasah. Ia menegaskan bahwa Komite berkomitmen menjadi mitra strategis dalam mendukung kemajuan MIN 9 Kota Banda Aceh. "Komite akan terus berada di garda terdepan dalam mendukung setiap program pengembangan madrasah. Kami memahami bahwa kebutuhan mobiler merupakan kebutuhan yang sangat mendesak. Insya Allah kami akan berupaya semaksimal mungkin bersama seluruh pengurus dan orang tua untuk mencari solusi terbaik demi kemajuan madrasah," ungkap Taufik M. Dehan.
Diskusi berlangsung hangat dan konstruktif. Berbagai masukan disampaikan oleh peserta rapat, termasuk dari Keuchik Gampong Lambhuk, Rustam, yang mengusulkan agar sarana yang masih memungkinkan diperbaiki dapat direhabilitasi sehingga mampu menghemat anggaran pengadaan baru.
Selain itu, beliau juga mendorong agar usulan relokasi MIN 9 Kota Banda Aceh kembali diperkuat melalui penjajakan kepada Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh untuk diteruskan kepada Wali Kota Banda Aceh sebagai solusi jangka panjang terhadap pengembangan madrasah. "Rehabilitasi terhadap sarana yang masih layak diperbaiki perlu diprioritaskan agar anggaran dapat lebih efisien. Di sisi lain, kita juga harus terus memperjuangkan relokasi MIN 9 melalui komunikasi dengan Sekda hingga ke Wali Kota, sehingga kebutuhan pengembangan madrasah dapat terakomodasi secara menyeluruh," sarannya.
Rapat ditutup dengan penyampaian berbagai usulan strategis yang diharapkan menjadi arah pengembangan MIN 9 Kota Banda Aceh pada masa mendatang, baik dalam peningkatan mutu layanan pendidikan, penguatan sarana prasarana, maupun pengembangan kemitraan dengan berbagai pihak.
Usai pelaksanaan musyawarah, suasana hangat berlanjut dengan kunjungan Ketua Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kota Banda Aceh, Salman Ishak. Kehadiran beliau disambut langsung oleh Sekretaris Komite MIN 9 Kota Banda Aceh, Zubir, bersama Kepala Madrasah, Humas dan Panitia PMBM.
Pertemuan berlangsung penuh keakraban sekaligus bernuansa nostalgia ketika Salman Ishak mengenang masa pengabdiannya saat menjabat sebagai Kepala Dinas Pangan Aceh. Dimana Zubir pernah berkoordinasi dengan beliau kala itu. Diskusi berkembang pada berbagai isu pendidikan, kepemimpinan, dan pentingnya membangun kolaborasi antara madrasah, masyarakat, dan pemerintah.
Dalam kesempatan tersebut, Salman Ishak yang juga pernah menjabat PJ. Bupati Pidie Jaya memberikan motivasi kepada pihak MIN 9 Kota Banda Aceh agar terus berinovasi dalam memberikan layanan pendidikan.
"Udep kalheuh geujok lee Tuhan, langkah, raseuki, peu tumon, dan maot. Langkah nyankeuh usaha tanyoe tapeubut yang memberikan sinyal, gelombang baik kepada orang lain. Peu tumon nyan jodoh tanyoe, jodoh bak ta meu udep, jodoh lam keureja, jodoh dalam memimpin. Lage tajak ateuh rel, awai hana roeh lom, cuma bak tajak-jak karena pengaruh sinyal meno ka roeh ateuh rel, tinggal ta peutimang mantong kadang perle ue likeu kadang perle u likot. Kiban yang dilake, nyankeuh geu kheun raseuki. Nyoe umue lon ka 74 thon tinggal preh mantong pajan geucok lee Allah, sabab maot troeh hana ta sangka". pesan Salman Ishak yang sudah banyak sekali makan asam garam diusianya yang sudah senja.
Beliau meneruskan petuahnya dengan sarat makna “Nyoe ureng droen mantong muda-muda, nyan yang jeut lon pesan. Orang menyoe perle sukses lam udep harus na lhee boeh hal: “mau, tahu, dan mampu”. Kalau sudah “mau” maka dia punya target atas kemauannya itu. Kedua harus “tahu” tidak cukup dengan mau saja, tapi tidak tahu apa yang dia mau. Makanya harus tahu cara mencapai kemaunnya itu. Ketiga, “mampu” sudah mau dan tahu tapi tidak punya kemampuan, akhirnya hanya angan-angan dan terlindas dalam jaringan sosial. Maka “mampu” harus dapat memancarkan sinyal dan gelombang kepada orang sekelilingnya. Secara tidak langsung sinyal itu ditangkap oleh atasan, oleh pimpinannya dan itu menjadi pertimbangan. Ini guru MIN 9 tentunya akan ada prioritas karena kapasitas yang dimiliki oleh guru-guru disini. Mandum ata lon peugah nyan, lage ta meudoa: phoen pujoe, lheuh nyan ta meulake, Bek tuwoe nyan kunci: Niet, Cakoe, Ikhtiyee, ngon Doa. Mungken nyoe yang jeut lon pesan keu ureng droen, lon ka tuha, mudah-mudahan na wate ta merempok di laen kesempatan mantong teringat yang lon sampaikan kepada ureng droen.” Tutur Salman Ishak sambil izin pamit kembali ke kantornya.
Musyawarah dan silaturahmi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara madrasah, komite, pemerintah, serta masyarakat dalam mewujudkan MIN 9 Kota Banda Aceh sebagai madrasah yang unggul, inovatif, dan mampu memberikan layanan pendidikan terbaik bagi seluruh peserta didik.
Narasi: Zulfahmi
Layout: Luthfi

