Banda Aceh – Dari kata-kata sederhana, lahir karya yang membanggakan. Sebanyak 50 siswa MIN 9 Kota Banda Aceh berkolaborasi dengan enam guru, Misran, S.Pd.I., Ema, S.Pd.I., Reni Nurmalisa, S.Pd., M.Pd., Fitriani, S.Pd., Novayanti, S.Pd.I., dan Mardhiah Mz, S.Pd., menghasilkan karya antologi puisi yang mengantarkan MIN 9 meraih Penghargaan Literasi Nasional.
Karya tersebut menjadi bukti bahwa literasi bukan sekadar membaca dan menulis, tetapi juga tentang keberanian anak-anak untuk menuangkan pikiran, perasaan, imajinasi, dan harapan melalui kata-kata.
Dalam prosesnya, para guru tidak hanya menjadi pendamping, tetapi turut belajar dan berkarya bersama siswa. Dari ide-ide sederhana, lahirlah puisi-puisi yang menggambarkan dunia anak dengan segala keindahan dan kepolosannya.
Kepala MIN 9 Kota Banda Aceh, Hj. Syukriani, mengungkapkan rasa bangga dan bahagianya atas capaian tersebut.
“Alhamdulillah, kolaborasi yang sangat indah antara guru dan siswa MIN 9 Kota Banda Aceh sehingga mampu menghasilkan karya-karya yang sederhana ini. Walaupun masih minim pengalaman, namun semua itu adalah pendidikan yang sangat berharga bagi anak-anak dan guru kami.”
Menurutnya, penghargaan bukanlah tujuan utama. Yang jauh lebih berharga adalah pengalaman ketika guru dan siswa berproses bersama, belajar menulis, berani berkarya, dan akhirnya mampu menunjukkan hasilnya kepada masyarakat.
Capaian ini diharapkan menjadi langkah awal bagi MIN 9 Kota Banda Aceh untuk terus menumbuhkan budaya literasi. Sebab, dari satu kata dapat lahir sebuah kalimat, dari kalimat menjadi puisi, dan dari puisi sederhana dapat tumbuh mimpi besar anak-anak madrasah.
Bagi 50 siswa dan enam guru yang terlibat, antologi ini bukan sekadar sebuah buku. Ia adalah jejak perjalanan, keberanianuntuk berkarya, dan kenangan indah tentang ketika guru dan murid menulis bersama.
Narasi

